RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menghadapi pembatasan jumlah ritase pengangkutan sampah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Jika biasanya Kota Bandung mendapat jatah 140 ritase per hari untuk mengangkut sampah ke tempat pengolahan akhir (TPA), kini hanya diizinkan 120 ritase hingga Senin (16/6/2025) mendatang.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menjelaskan kondisi tersebut langsung berdampak pada kecepatan pengangkutan sampah dari berbagai titik di kota. Pemkot pun mengambil langkah cepat untuk melakukan penghitungan ulang ritase dan pengaturan distribusi agar sampah tetap terangkut dengan optimal.
“Memang situasi ini cukup berat. Tapi kami terus berupaya agar proses pengangkutan bisa berjalan seefisien mungkin. Mudah-mudahan setelah hari Senin, kuota ritase bisa kembali normal,” ujar Farhan di Lodaya, Kota Bandung, Minggu (15/6/2025).
Namun demikian, menurutnya, target jangka panjang yang tengah digencarkan bukan hanya mengembalikan kuota ritase ke jumlah semula, melainkan menurunkannya secara signifikan. Mulai Juli 2025, Pemkot akan mengaktifkan kembali program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan) serta memperluas gerakan Buruan SAE sebagai solusi jangka panjang. Tujuannya, mendorong setiap Rukun Warga (RW) di Kota Bandung mengelola minimal 30 persen sampah dari sumbernya secara mandiri.
“Kalau setiap RW bisa mengolah 30 persen sampahnya sendiri, dampaknya luar biasa. Kami targetkan hingga akhir tahun ada 700 RW yang masuk dalam Kawasan Bebas Sampah (KBS),” ungkapnya.
Farhan menambahkan jika skema ini berhasil, maka ritase pengangkutan sampah ke TPA bisa ditekan dari 140 menjadi 100 ritase per hari pada akhir 2025. Langkah ini dianggap realistis sekaligus menjadi solusi sistemik mengingat keterbatasan kapasitas TPA dan tantangan logistik di lapangan.
Farhan menegaskan pengelolaan sampah tidak bisa ditunda-tunda. Setiap keterlambatan pengangkutan akan menimbulkan efek domino dan memperparah persoalan lingkungan.
“Sampah itu tidak bisa nunggu. Kalau tertunda satu hari saja, bisa langsung menumpuk dan menggulung. Karena itu kami terus berjalan, bergerak cepat, meski kondisinya berat,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi berbagai bentuk masukan dari masyarakat. Baik melalui media sosial, telepon, maupun laporan langsung, Pemkot Bandung memastikan setiap keluhan terkait sampah akan ditindaklanjuti dengan serius.
“Silakan kritik, beri masukan, semua akan kami dengarkan. Sepanjang itu menyangkut persoalan sampah, kami komitmen untuk meresponsnya secepat mungkin,” jelasnya.
Farhan menutup langkah strategis tersebut sekaligus menjadi bagian dari reformasi pengelolaan sampah di Kota Bandung yang berbasis komunitas dan kemandirian warga. Kolaborasi lintas elemen menjadi kunci keberhasilan menuju kota yang lebih bersih dan sehat.(dsn)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan