Tingkatkan Konsumsi Protein Hewani di Jabar Belum Berdampak pada Penurunan Angka Stunting – Hack.AC.ID

dkpp-jabar-4475135-3076341-jpeg

Hack.AC.ID, BANDUNG- Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat, Indriantari mengatakan, berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), konsumsi protein hewani masyarakat Jabar telah melebihi batas ideal. Hanya saja, hal tersebut belum berdampak pada penurunan angka stunting pada sejumlah kabupaten/kota.

Dalam kegiatan Bewara Jawa Barat (BEJA) Volume 7 pada Senin (22/7/2024), Indriantari mengatakan, salah satu penyebabnya yaitu pola konsumsi masyarakat yang belum seimbang. Masyarakat masih lebih banyak mengonsumsi karbohidrat dengan jumlah tinggi.

Menurutnya, stunting itu dari pola konsumsi yang belum beragam, bergizi dan seimbang. Masyarakat belum membiasakan untuk mengisi piring secara lengkap dengan protein karbohidrat kemudian ada sayur, buah dan sebagainya.

Selain itu, masyarakat Jawa Barat juga masih cenderung menyukai makanan yang mengandung karbohidrat tinggi serta makanan siap saji. “Yang kita tahu jajanan, makanan yang favorit adalah yang mengandung tepung dan digoreng, itu yang kita harus kita edukasi terutama untuk (menurunkan) stunting,” ungkap Indriantari, di Gedung Sate.

DKPP Jabar melalui Kelompok Wanita Tani (KWT), berusaha menyediakan kebutuhan konsumsi yang dibutuhkan masyarakat baik anak-anak maupun ibu hamil. “Sebetulnya sasaran kita adalah ibu hamil dan balita dan itu perannya ibu-ibu KWT, agar di pekarangan yang dikelola ibu-ibu KWT itu tersedia sayuran ada buah-buahan bahkan protein hewani,” jelasnya.

Meskipun konsumsi protein hewani di Jawa Barat sudah melebihi batas ideal, lanjut dia, pihaknya akan terus mengembangkan konsumsi protein hewani dengan daging hewan lain karena konsumsi protein hewani di Jabar masih didominasi daging ayam, ikan dan sapi.

“Kita akan kembangkan lagi dikonsumsi yang lainnya,” ucapnya. Terutama, untuk konsumsi daging domba. “Karena domba kita banyak, tapi yang mengolahnya sedikit. Jadi, akhirnya kita masih tergantung dengan daging merah dari sapi, padahal kita punya domba,” ujarnya.

Indriantari menyebutkan, konsumsi protein hewani dari daging domba, saat ini baru mencapai sekitar 20-30 persen. Jumlah ini masih kalah dari daging sapi.

“Domba itu secara konsumsi baru mencapai sekitar 25-30 persen dari daging merah, masih dominan oleh daging sapi,” pungkasnya. (dbs)

Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup

Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *