jenis Pengendalian Sosial : Pengertian, Cara, Proses &Bentuk

jenis-pengendalian-sosial-9872466-3210658-jpg

jenis-pengendalian-sosial-4479754

Pengertian pengendalian sosial

Kontrol sosial adalah proses kolektif yang direncanakan atau tidak direncanakan untuk mengundang, membujuk, memimpin atau memaksa individu untuk menyesuaikan diri dengan nilai-nilai dan aturan hidup kelompok. Menurut Berger, kontrol sosial adalah cara yang digunakan masyarakat untuk mendisiplinkan anggota yang tidak patuh.


Sebagai makhluk yang dinamis, setiap individu dalam masyarakat akan selalu berinteraksi. Individu bekerja dengan orang lain untuk membawa perubahan sosial, baik dalam bentuk kemajuan maupun kemunduran. Perubahan tersebut dapat mengubah tatanan sosial yang ada sehingga menimbulkan ketidakseimbangan dalam sistem sosial.


Padahal masyarakat pada dasarnya membutuhkan tatanan sosial. Oleh karena itu, pada tahap tertentu, masyarakat akan mampu mengembalikan keseimbangan. Masyarakat akan selalu berusaha mencegah, mengurangi atau menghilangkan penyimpangan yang terjadi agar keseimbangan sosial (social equilibrium) terwujud kembali. Upaya tersebut disebut pengendalian sosial (social control).


Menurut Berger, kontrol sosial adalah berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk mempublikasikan orang-orang yang tidak patuh. Menurut Roucek, kontrol sosial adalah istilah kolektif yang mengacu pada proses terencana yang cenderung mendorong, membujuk atau memaksa individu untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan dan nilai-nilai kehidupan kelompok.


Baca Juga Artikel Terkait : Pengertian Lengkap dan Ciri-Ciri Kontrol Sosial


Jenis kontrol sosial

Kontrol sosial preventif

yaitu pencegahan sebelum terjadi penyimpangan norma dan nilai masyarakat. Misalnya, orang tahu siapa yang melarang anaknya bergaul dengan teman yang suka berjudi. Hal ini agar anaknya tidak menjadi penjudi nantinya.


Kontrol sosial yang menindas

yaitu upaya untuk memulihkan keadaan setelah terjadi penyimpangan nilai dan norma masyarakat. Misalnya seseorang yang ingkar janji dilaporkan ke pengadilan, maka hakim menjatuhkan hukuman dengan membayar hutang dan denda.


  • Persuasif, yaitu bagaimana mencegah terjadinya penyimpangan dengan cara mengajak, dengan memberikan saran, contoh, ajakan kepada pedagang kaki lima, untuk menempati lapak-lapak yang disediakan oleh pemerintah.


  • Kuratif adalah pencegahan penyimpangan melalui ancaman/kekerasan fisik. Misalnya pedagang kaki lima yang tidak mengindahkan anjuran, masuk ke dalam mobil dengan membawa barang dagangannya, dibebaskan setelah berjanji tidak akan berjualan lagi di jalan.


Baca juga artikel terkait: 5 Definisi Teori Pertukaran Sosial Menurut Para Ahli


Tujuan pengendalian sosial

  1. Masyarakat melakukan sosialisasi kontrol sosial, agar mau bertindak sesuai dengan nilai, norma dan kebiasaan. Hal ini dilakukan melalui jalur formal dan nonformal.
  2. Upaya masyarakat untuk menciptakan keengganan, kerukunan, kedamaian melalui penekanan kelompok terhadap individu yang menyimpang dari norma. Misalnya, individu yang tidak pernah datang untuk mengundang tetangganya, ketika mereka dalam kesulitan, tidak ada yang mau datang ke rumahnya. Akhirnya, individu tersebut berkeinginan untuk datang undangan.
  3. Dikendalikan oleh tenaga/tenaga. Misalnya, seorang pencuri yang tertangkap dipukul sampai babak belur.
  4. Sehingga orang yang menyimpang kembali menyesuaikan diri dengan norma yang sesuai.

Baca juga artikel terkait: 6 pengertian ilmu dan nilai sosial menurut pakar sosial dasar


Bentuk kontrol sosial

Melalui pendidikan, karena melalui pendidikan seseorang diajarkan untuk mengetahui, mengenal, membiasakan diri dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat sehingga mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk.


  • Pendidikan informal berada di luar sekolah. Misalnya, pendidikan rumah tangga. Sarana kontrol berupa ejekan, pengucilan, gosip, lock-in, penipuan pihak ketiga, agama, intimidasi, kekerasan fisik, hukuman bersifat spontan, tidak terencana, oleh kelompok kecil.


  • Nonformal, yaitu pendidikan melalui sekolah yang dilaksanakan di luar jam pelajaran. Misalnya pecinta alam, PMR, eksplorasi, dan tari/drama. Berdasarkan sifatnya, kelompok besar bersifat impersonal (non-pribadi), memiliki tujuan khusus untuk alat pengontrol, peraturan resmi, promosi, gelar, hadiah, sanksi dan hukuman.


Baca juga artikel yang mungkin terkait: Penyimpangan Sosial: Pengertian, Contoh, Bentuk, Teori, Ciri dan Solusi


Sarana kontrol sosial

Ada dua ciri pengendalian sosial, yaitu preventif dan represif. Preventif adalah pengendalian sosial yang dilakukan sebelum terjadinya suatu tindak pidana. Sedangkan kontrol sosial yang bersifat opresif bertujuan untuk mengembalikan keadaan seperti sebelum terjadinya pelanggaran.


Roucek berpendapat bahwa pengendalian sosial dapat dilakukan melalui intuisi dan non intuisi, secara verbal, simbolik dan melalui kekerasan, menggunakan hukum atau imbalan, dan secara formal maupun informal. Menurut Fromm pengendalian sosial dapat dilakukan melalui sosialisasi dan menurut Lapier pengendalian sosial dapat dilakukan melalui tekanan sosial.


  1. Metode kontrol oleh institusi dan non-institusi
    Cara pengendalian melalui kelembagaan adalah cara pengendalian secara sosial melalui lembaga-lembaga sosial yang ada di masyarakat seperti lembaga pendidikan hukum, agama, politik, ekonomi dan keluarga. Cara pengendalian melalui cara non institusional adalah cara pengendalian di luar lembaga sosial yang ada, seperti oleh individu atau kelompok massa yang tidak saling mengenal.Cara pengendalian ini sering menggunakan kekerasan dan bersifat tidak resmi.


  2. Kontrol verbal, simbolik dan kekerasan
    Cara pengendalian melalui verbal dan simbolik sering juga disebut dengan cara pengendalian sosial persuasif. Metode ini menekankan pada upaya mengajak atau membimbing anggota masyarakat agar dapat bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku Kontrol sosial verbal dilakukan dengan cara mengajak masyarakat untuk menaati aturan dengan berbicara langsung dalam bahasa lisan (verbal). Sedangkan kontrol sosial simbolik dapat dilakukan melalui tulisan, spanduk dan iklan layanan masyarakat. Metode kontrol sosial melalui kekerasan disebut kontrol sosial koersif. Metode ini menekankan pada tindakan atau ancaman yang menggunakan kekerasan fisik. Tujuan dari perbuatan ini adalah agar pelaku jera dan tidak mengulangi perbuatannya. Metode koersif harus digunakan sebagai upaya terakhir setelah metode kontrol persuasif telah digunakan.


  3. Kontrol sosial melalui penghargaan dan hukuman
    Cara pengendalian sosial melalui reward cenderung bersifat preventif (distractive). Seseorang diberi imbalan atas perbuatannya sehingga ia bertindak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Modus kontrol sosial melalui hukuman cenderung opresif. Cara ini bertujuan untuk mengembalikan keadaan seperti sebelum terjadinya pelanggaran.


  4. Kontrol sosial formal dan informal
    Metode pengendalian sosial menurut Horton dan Hunt adalah suatu cara pengendalian sosial yang dilakukan oleh lembaga resmi yang juga memiliki peraturan resmi, seperti perusahaan yang telah membuat peraturan mengenai gaji, kenaikan pangkat atau cuti beserta sanksinya. Metode pengendalian informal adalah pengendalian yang dilakukan oleh kelompok kecil, intim dan informal, serta tidak memiliki aturan formal tertulis. Rumor sering disebut gosip. Gosip sebagai salah satu bentuk kontrol sosial dapat menyadarkan pelaku terhadap perbuatannya dan kembali pada perilaku yang sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Ini akan membuat orang lebih berhati-hati dan tidak mengulangi perbuatannya.


    Teguran adalah peringatan yang diberikan kepada seseorang yang melakukan penyimpangan. Teguran dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis. Tujuan teguran tersebut adalah agar pelaku segera menyadari kesalahan yang telah dilakukannya. Teguran dalam organisasi formal biasanya dilakukan secara bertahap. Biasanya teguran tertulis diberikan sebanyak tiga kali. Jika teguran tidak diindahkan, maka pelanggar akan mendapat sanksi disiplin.


  5. Pengendalian sosial melalui sosialisasi
    Sosialisasi adalah proses pembentukan nilai dan norma agar masyarakat berperilaku sesuai dengan nilai dan norma tersebut (Icon Form). Sosialisasi membentuk kebiasaan, kebiasaan, dan keinginan kita. Jika nilai dan norma tersebut terinternalisasi dalam diri individu, maka kemanapun individu akan bertindak, menyesuaikan diri (adapt).


  6. Kontrol sosial melalui tekanan sosial


Baca juga artikel terkait: keberagaman dan perubahan sosial budaya


Peran lembaga kontrol sosial formal dan informal

  • POLISI
    Polisi bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, serta mencegah dan menanggulangi perilaku menyimpang guna terciptanya ketertiban. Perannya tidak hanya menangkap, mengusut, dan menyerahkan, tetapi juga mempromosikan dan memberikan penyuluhan kepada seluruh masyarakat.

  • pengadilan kontrol
    merupakan alat kontrol sosial agar seseorang berhati-hati dalam berperilaku agar tidak terjadi penyimpangan. Kontrol akan memberikan sanksi kepada siapa pun yang dinyatakan bersalah. Sanksi dapat berupa denda, waktu penjara dan hukuman penjara.


  • disesuaikan
    Adat adalah pranata atau pranata sosial yang ada dalam masyarakat. Adat istiadat yang telah diwariskan disebut tradisi. Sanksi atas penyimpangan adalah pengucilan atau pengusiran….


  • Tokoh masyarakat
    Tokoh masyarakat adalah orang yang memiliki wibawa sehingga dihormati dan disegani. yang diharapkan adalah keteladanan, bimbingan, nasehat dan petunjuk kepada anggota kelompok, serta dapat menyelesaikan konflik atas kesepakatan bersama.


  • Pengucilan (isolasi) seseorang yang berasal dari kelompok kelas diajak berkomunikasi.

  • Cheat social control oleh pihak lain yang menguasai masalah.
  • Intimidasi kontrol sosial melalui tekanan, paksaan dan ancaman.

  • Ejekan adalah ejekan yang dilakukan individu terhadap seseorang yang menyukainya. Tujuannya agar seseorang menerima nilai-nilai yang ada. Misalnya, anak yang suka mengacau disebut pengganggu.

  • Teguran adalah upaya dengan kata-kata untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, belajar kelompok tidak boleh dilakukan terlalu larut, sebaiknya pada siang hari.

  • Pendidikan adalah upaya sengaja untuk membentuk/mengajak, bahkan mungkin memaksa seseorang untuk menyesuaikan diri dengan aturan atau norma.


  • Gosip atau gosip adalah berita yang menyebar dengan cepat, tanpa dasar sebenarnya, untuk mengkritik seseorang yang dianggap telah melanggar aturan.


  • Agama adalah petunjuk dari Allah untuk memandu hubungan vertikal dan horizontal yang ditransmisikan oleh para nabi. Orang yang melanggar petunjuk ini akan masuk neraka, dijauhi makanan dan dia diharapkan bertaubat.


  • Kekerasan Fisik, yaitu upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya pelanggaran nilai dan norma melalui pemukulan bahkan pembunuhan, agar orang yang dipukul tidak mengulanginya kembali atau dengan membunuh kelompoknya, tidak melakukan kejahatan di tempat tersebut.


  • Hukuman adalah tindakan yang dilakukan oleh lembaga penegak hukum (pengadilan) untuk menjatuhkan hukuman kepada pelanggar norma, agar tidak terulang kembali.


Baca juga artikel terkait: diferensiasi sosial


Dilihat dari siapa yang melakukan kontrol, kita mengenal kontrol institusional dan kontrol pribadi.


  • Kontrol kelembagaan
    Merupakan pengaruh yang berasal dari suatu pola budaya yang dimiliki oleh suatu lembaga tertentu. Pola perilaku dan aturan lembaga mengatur tidak hanya anggota lembaga, tetapi juga anggota masyarakat di luar lembaga.


  • Kontrol pribadi
    Merupakan pengaruh baik atau buruk yang datang dari orang-orang tertentu, yang artinya tokoh berpengaruh dapat dikenali.

Mungkin dibawah ini yang anda cari

website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap

Materi pelajaran terlengkap

mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *