Asal Usul, Peperangan, Pembangunan, Akhir Hayat

raja-airlangga-3235328-2651073-jpg

Untuk pembahasan kali ini kita akan mengulas Airlangga yang dalam hal ini meliputi sejarah, masa kejayaan dan akhir kehidupan.Nah untuk lebih memahami dan memahami maka simak penjelasannya sebagai berikut.

raja-airlangga-3534052

Airlangga (Erlangga) adalah pendiri Kerajaan Kahuripan yang memerintah dari tahun 1009-1042 dengan gelar abhiseka Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa. Sebagai raja, ia memerintahkan Mpu Kanwa untuk menggantikan Kakawin Arjunawiwaha yang menggambarkan keberhasilannya dalam berperang. Di akhir masa pemerintahannya, kerajaan tersebut terbagi menjadi dua, yaitu Kerajaan Kadiri dan Kerajaan Janggala bagi kedua putranya. Nama Airlangga masih dikenal dalam berbagai cerita rakyat dan sering diabadikan di berbagai tempat di Indonesia.


Asal

Nama Airlangga berarti “Air yang memancar” Ia lahir pada tahun 990, ayahnya bernama Udayana, raja Kerajaan Bedahulu dari dinasti Wardewa. Ibunya bernama Mahendradatta, putri dari dinasti Isyana dari kerajaan Medang. Saat itu, Medang menjadi kerajaan yang cukup kuat, bahkan melakukan penaklukan di Bali, mendirikan koloni di Kalimantan Barat, dan melakukan penyerangan ke Sriwijaya.

Baca juga: 22 Nama Kerajaan di Indonesia, Sejarah Lengkap dan Raja-Rajanya

Airlangga memiliki dua orang adik, yaitu Marakata “menjadi raja Bali setelah ayah mereka meninggal” dan Anak Wungsu “naik tahta setelah Marakata meninggal”.


Periode pelarian

Airlangga menikah dengan putri pamannya, Dharmawangsa Teguh “kakak Mahendradatta” di Watan, ibu kota Kerajaan Medang “sekarang di sekitar Maospati, Magetan, Jawa Timur”. Saat pesta perkawinan berlangsung, tiba-tiba kota Watan diserang oleh raja Wurawari yang berasal dari Lwaram “sekarang desa Ngloram, Cepu Blora” yang merupakan sekutu kerajaan Sriwijaya.

Dalam penyerangan itu, Dharmawangsa tewas telak sedangkan Airlangga melarikan diri ke hutan pegunungan “wanagiri” dengan ditemani pembantunya bernama Mpu Narotama. Saat itu ia berusia 16 tahun dan mulai menjalani hidup sebagai seorang pertapa. Salah satu bukti jenazah Airlangga saat dalam pelarian bisa ditemukan di Sendang Made, Kudu, Jombang, Jawa Timur.

Baca juga: Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Setelah tiga tahun hidup di hutan, Airlangga didatangi perwakilan rakyat yang memintanya membangun kembali Kerajaan Medang. Sejak kota Wwatan hancur, Airlangga pun membangun ibu kota baru bernama Watan Mas di dekat Gunung Penanggungan. Ketika Airlangga naik tahta pada tahun 1008, wilayah kerajaan hanya meliputi wilayah Sidoarjo dan Pasuruan, karena sepeninggal Dharmawangsa Teguh banyak daerah bawahan yang memisahkan diri.

Pada tahun 1023, kerajaan Sriwijaya yang merupakan musuh bebuyutan dinasti Isyana dikalahkan oleh Rajendra Coladewa, raja Colamandala dari India. Hal ini membuat Airlangga lebih luwes dalam mempersiapkan diri untuk menaklukkan Jawa.


Waktu perang

Sejak tahun 1025, Airlangga memperluas kekuasaan dan pengaruhnya seiring dengan melemahnya Sriwijaya. Yang awalnya dilakukan Airlangga adalah mengorganisir kekuatan untuk menegakkan kembali kekuasaan Dinasti Isyana atas pulau Jawa. Namun pada awalnya tidak berjalan lancar, karena menurut prasasti Terep (1032), Watan Mas kemudian direbut musuh, sehingga Airlangga mengungsi ke desa Paakan. Berdasarkan prasasti Kamalagyan (1037), ibukota kerajaan dipindahkan ke Kahuripan (sekarang Sidoarjo).

Airlangga lebih dulu mengalahkan Raja Hasin dari selatan Wengker (sekarang kawasan Sungai Ngasinan, Desa Kelutan, Trenggalek). Pada tahun 1030, Airlangga mengalahkan Wisnuprabhawa Raja Wuratan, Wijayawarma Raja Wengker, kemudian Panuda Raja Lewa. Pada tahun 1031, putra Panuda mencoba membalas dendam, namun dikalahkan oleh Airlangga. Ibukota Lewa juga hancur. Pada tahun 1032, seorang raja wanita dari daerah Tulungagung saat ini berhasil mengalahkan Airlangga.

Istana Watan Mas hancur. Airlangga terpaksa mengungsi ke desa Patakan, didampingi Mapanji Tumanggala, dan membangun ibu kota baru di Kahuripan. Raja wanita akhirnya dikalahkan olehnya. Pada tahun 1032, Airlangga dan Mpu Narotama juga mengalahkan Raja Wurawari dan membalaskan dendam Dinasti Isyana. Pada akhir tahun 1035, Airlangga menumpas pemberontakan Wijayawarma, Raja Wengker, yang sebelumnya telah ditaklukkannya. Wijayawarma melarikan diri dari kota Tapa, namun kemudian dibunuh oleh rakyatnya sendiri.

Baca juga: Kerajaan Buleleng


Periode pengembangan

Kerajaan baru ini berpusat di Kahuripan, Sidoarjo, wilayahnya terbentang dari Pasuruan di timur hingga Madiun di barat. Pantai utara Jawa, khususnya Surabaya dan Tuban, pertama kali menjadi pusat perdagangan penting. Airlangga naik tahta dengan gelar abhiseka Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa. Airlangga pun memperluas wilayah kerajaan hingga ke Jawa Tengah, dan pengaruhnya diakui bahkan sampai ke Bali. Menurut prasasti Pamwatan (1042), pusat kerajaan kemudian berpindah ke Daha (sekarang Kediri).

Setelah situasi aman, Airlangga mulai melakukan pembangunan untuk kesejahteraan rakyatnya. Perkembangan yang tercatat antara lain dalam prasasti.

  • Membangun Asrama Sri Wijaya pada tahun 1036.
  • Bendungan Waringin Sapta dibangun pada tahun 1037 untuk mencegah banjir musiman.
  • Restorasi Pelabuhan Hujung Galuh yang terletak di muara Kali Brantas, dekat Surabaya saat ini.
  • Membangun jalan yang menghubungkan daerah pesisir dengan pusat kerajaan.
  • Pertapaan Gunung Pucangan ditahbiskan pada tahun 1041.
  • Ibukota dipindahkan dari Kahuripan ke Daha.

Airlangga saat itu dikenal dengan toleransi beragama, yaitu sebagai pelindung agama Hindu Siwa dan Budha.

Airlangga juga menaruh perhatian pada seni sastra. Pada tahun 1035 Mpu Kanwa menulis Arjuna Wivaha yang diadaptasi dari epik Mahabharata. Buku tersebut menceritakan perjuangan Arjuna mengalahkan Niwatakawaca, sebagai alegori Airlangga mengalahkan Wurawari.


bagian Kerajaan

Pada tahun 1042, Airlangga turun tahta menjadi pendeta. Berdasarkan Serat Calon Arang dia kemudian diberi gelar Resi Erlangga Jatiningratsedangkan menurut Babad Tanah Jawi dia bergelar Kuitansi Gentayu. Namun yang paling terpercaya adalah prasasti Gandhakuti (1042) yang menyatakan bahwa gelar kependetaan Airlangga adalah Resi Aji Paduka Mpungku Sang Pinaka Catraning Bhuwana.

Berdasarkan cerita rakyat, Putri Mahkota Airlangga menolak menjadi raja dan memilih hidup sebagai pertapa bernama Dewi Kili Suci. Nama asli putri dalam prasasti Tebu (1021) pada prasasti Turun Hyang (1035) adalah Sanggramawijaya Tunggadewi. Berdasarkan Serat Calon Arang, Airlangga kemudian bingung memilih penerus karena kedua putranya bersaing memperebutkan tahta. Karena ia juga putra raja Bali, ia berniat menempatkan salah satu putranya di pulau itu. Gurunya bernama Mpu Bharada pergi ke Bali untuk mengajukan niat tersebut namun gagal. Fakta sejarah menunjukkan bahwa Udayana digantikan oleh putra keduanya bernama Marakata sebagai raja Bali, dan Marakata digantikan oleh adik laki-lakinya yang lain, Anak Wungsu.

Airlangga kemudian membagi kerajaannya menjadi dua. Mpu Bharada bertugas menetapkan batas antara bagian barat dan timur. Peristiwa pemisahan ini direkam dalam Serat Calon Arang, Nagarakretagama, dan prasasti Turun Hyang II. Maka terciptalah dua kerajaan baru. Kerajaan barat bernama Kediri berpusat di kota baru yaitu Daha yang diperintah oleh Sri Samarawijaya. Sedangkan kerajaan timur bernama Janggala berpusat di kota tua yaitu Kahuripan yang diperintah oleh Mapanji Garasakan.

Baca juga: Kerajaan Bali: Sejarah, Raja-Raja dan Peninggalan Beserta Kehidupan Politiknya Yang Lengkap

Dalam prasasti Pamwatan, 20 November 1042, Airlangga masih bergelar Maharaja, sedangkan dalam prasasti Gandhakuti, 24 November 1042, dia bergelar. Resi Aji Paduka Mpungku. Oleh karena itu diduga bahwa peristiwa pembagian kerajaan terjadi di antara kedua tanggal tersebut.


Kahuripan, Daha atau Panjalu

Umumnya nama kerajaan yang didirikan Airlangga dikenal dengan nama kerajaan Kahuripan. Padahal, Kahuripan hanyalah salah satu nama ibu kota kerajaan yang pernah memimpin Airlangga. Berita ini sesuai dengan naskah Serat Calon Arang yang disebut Airlangga sebagai raja Daha. Bahkan, Nagarakretagama juga menyebut Airlangga sebagai raja Panjalu yang berkedudukan di Daha.


Akhir Hidup

Tidak diketahui secara pasti kapan Airlangga wafat, prasasti Sumengka (1059) peninggalan kerajaan Janggala hanya menyebutkan bahwa Resi Aji Paduka Mpungku dimakamkan di sebuah tirtha atau tempat pemandian. Kolam yang paling sesuai dengan keterangan di prasasti Sumengka adalah Candi Belahan di lereng Gunung Penanggungan.

Di kolam tersebut ditemukan arca Wisnu yang didampingi dua dewi, berdasarkan prasasti Pucangan (1041) diketahui Airlangga adalah penganut Hindu penganut Wisnu yang taat. Oleh karena itu, ketiga arca tersebut dapat dianggap sebagai simbol Airlangga dan kedua istrinya, yaitu Ny. Sri Samarawijaya dan Ny. Mapanji Garasakan. Di Candi Belahan, tahun 1049 ditemukan dengan pasti apakah itu tahun kematian Airlangga atau tahun di mana candi permandian itu dibangun.

Mungkin dibawah ini yang anda cari

website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap

Materi pelajaran terlengkap

mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *