RADARBANDUNG.ID, KOTAB BANDUNG – Hingga pertengahan tahun 2024, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat mencatat adanya 103 ribu kasus Tuberkulosis (TBC) dewasa yang telah ditemukan.

Angka ini mendekati target penemuan sebesar 45% dari total perkiraan 200 ribu kasus yang harus diidentifikasi tahun ini.
“Semakin banyak ditemukan, semakin baik karena bisa memutus rantai penularan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi.
Baca Juga : Hengky Kurniawan Fokus di Pilkada Bandung Barat
Menurutnya Penemuan kasus TBC kini tidak lagi menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan.
Ia menjelaskan saat ini sebagai upaya peningkatan deteksi dini, Dinkes Jawa Barat aktif melakukan screening di berbagai situasi.
“Kalau dulu menunggu pasien datang, sekarang tidak. Screening dilakukan dalam situasi apapun, baik melalui portable, pemeriksaan darah, maupun rontgen,” jelasnya.
Baca Juga : Dugaan Pelanggaran Konstitusi Presiden Jokowi Tak Bisa Dihapus dengan Maaf
Dia menyebut upayanya ini berhasil mencapai hasil signifikan, terutama pada target TBC anak.
Hingga Juni, Dinkes Jawa Barat telah berhasil menemukan seluruh target sekitar 20 ribu kasus TBC pada anak.
“Tahun lalu, prestasi kita di Indonesia sebagai penemu TBC terbanyak mencapai 117 persen dari target nasional sebesar 100 persen,” ungkapnya.
Kendati target penemuan tercapai, ia menjelaskan bahwa proses skrining tidak berjalan tanpa hambatan.
Ia menuturkan, salah satu kendala utama yang dihadapi adalah stigma masyarakat terhadap penderita TBC.
“Yang mempersulit itu ketika stigma hadir. Banyak pasien yang enggan berobat setelah didiagnosis,” ungkapnya.
Dia menilai stigma ini mengakibatkan pasien tidak patuh terhadap pengobatan, atau bahkan putus obat di tengah jalan, yang berisiko menyebabkan Tuberkulosis Resisten Obat (TBC-MDR). “Sulitnya adalah mengobati ketika masyarakat tidak mau minum obat atau putus obat. Ini yang paling berbahaya,” tambahnya.
Selain itu, penurunan berat badan dan gejala ringan lainnya pada anak sering kali diabaikan oleh orang tua, yang menyebabkan deteksi terlambat.
“Kebanyakan pada anak, TBC tidak menimbulkan demam, hanya penurunan berat badan dan kelenjar bening yang membesar,” sebut dia.
Di sisi lain, meski angka penemuan kasus di daerah-daerah relatif merata, prevalensi TBC di Jawa Barat tetap tinggi, yaitu 145 per 100 ribu penduduk. Dengan populasi sekitar 50 juta jiwa, Dinkes Jawa Barat berupaya keras untuk menemukan sekitar 200 ribu kasus setiap tahun.
“Target kami adalah sebanyak-banyaknya mencari pasien TBC untuk memutus rantai penularan. Untuk itu, kami akan terus memperkuat upaya deteksi dini dan penanganan TBC agar prevalensi penyakit ini dapat ditekan di masa mendatang,” pungkasnya. (rup)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan