5 Indikator Trading Paling Akurat Yang Sering Digunakan Trader, Mudah Dipahami!

Indikator Trading Paling Akurat – Indikator trading biasanya digunakan oleh para trader untuk mengetahui dan menganalisa kondisi pasar di bidang trading. Dengan melihat indikator tersebut maka para trader pun bisa memprediksi kapan saat tepat untuk membeli  ataupun menjualnya. Berikut adalah indikator trading paling akurat yang bisa dicoba oleh para trader.

Indikator Trading Paling Akurat

Indikator Trading Paling Akurat

1. Indikator Moving Average

Indikator trading paling akurat yang pertama adalah MA. Perlu diketahui bahwa Indikator ini banyak digunakan oleh trader  dan termasuk salah satu yang paling populer. Indikator ini nantinya akan menghitung pergerakan dari harga rata-rata pada rentang waktu tertentu di bidang saham.

Cara kerja dari MA cenderung sederhana sehingga banyak yang menyukainya. Untuk menggunakannya, trader harus melihat berapa posisi dari harga MA pada waktu yang ditentukan tersebut. Jika grafik yang ada bergerak naik maka trader bisa membeli saham. Kemudian, apabila grafik harganya menurun maka trader dapat menjualnya.

2. Indikator Moving Average Convergence Divergence

Berikutnya ialah indikator yang bisa disingkat menjadi MACD ini. Adapun kegunaan dari indikator ini adalah mampu menunjukkan tren apa saja yang sedang terjadi. Selain itu, indikator juga dapat menunjukkan sinyal untuk menjual ataupun membeli saham.

Untuk cara menggunakannya adalah dengan melihat dua buah garis yang ada di aplikasi indikator ini. Nama dari dua garis tersebut adalah MACD Line dan juga Signal Line. Apabila saat membuka aplikasi dan trader melihat bahwa nilai MACD nya berada di atas angka nol alias positif maka disebut dengan bullish. Artinya, trader lebih disarankan untuk membeli saham.

Sedangkan, apabila nilai MACD tadi berada di bawah angka nol maka disebut juga dengan bearish yang artinya negatif.  Pada saat hal ini terjadi maka trader bisa menjual saham yang dimilikinya tersebut.

Baca juga:  Cara Lihat WA Psangan dengan Mudah

3. Indikator Relative Strength Index

Selanjutnya, indikator trading paling akurat yang dapat dijadikan pilihan adalah RSI. Diketahui, RSI sendiri merupakan sebuah alat indikator yang dapat dimanfaatkan untuk menghitung perbandingan dari kenaikan ataupun penurunan daya tariknya. Kemudian, nilainya sendiri berkisar antara 0 hingga 100.

Apabila trader menggunakan aplikasi ini maka trader pun dapat mengetahui apakah harga dari saham yang ada tersebut telah dibeli berlebihan ataupun dijual berlebihan. Cara penggunaannya yaitu dengan melihat nilai dari RSI nya. Jika nilainya melebihi 70 maka artinya telah dibeli berlebihan atau overbought. Dengan demikian, bisa jadi nilai dari saham tersebut dapat menurun.

Sedangkan, jika nilainya berada di bawah 30 maka saham tersebut telah dijual berlebihan atau oversold. Dengan begitu, artinya akan ada potensi dari saham ini untuk naik sehingga trader dapat mulai membelinya.

4. Indikator Bollinger Bands

Lebih lanjut ialah indikator Bollinger Bands. Di sini, trader dapat melihat berbagai informasi mengenai berapa kisaran harga dari aset tertentu. Biasanya, alat ini dipakai untuk memprediksi pergerakan dari harga dalam jangka panjang. Untuk menggunakannya yaitu dengan cara melihat lebar pita yang ada di sana. Pita tersebut menunjukkan tentang volatilitas yang baru saja terjadi.

Bila pita tersebut sempit dan terlihat dekat dengan pita lainnya maka artinya volatilitas pada saham tersebut semakin rendah. Lalu, apabila pita tersebut memiliki jarak yang lebar dan tinggi maka artinya volatilitasnya pun juga tinggi.

Dengan memakai indikator ini, trader juga dapat mengetahui bahwa aset yang diperdagangkan tersebut berbeda dengan level biasanya. Jika harga tersebut keluar dari parameter bagian atas dari bands maka artinya overbought. Sedangkan jika berada dibawahnya maka disebut oversold.

Baca juga:  Cara Daftar DTKS Online Via Handphone

5. Indikator Stochastic Oscillators

Berikutnya yaitu indikator Stochastic. Fungsi dari alat ini adalah untuk memperlihatkan harga pada penutupan akhir dan kemudian dibandingkan dengan range harga pada rentang waktu tertentu. Alat ini terdiri dari tiga jenis yaitu fast (cepat), slow (lambat) dan full (penuh).

Diketahui, alat ini menggunakan dua buah garis dan juga terdapat skala dari 0 sampai 100. Apabila nilainya berada di bawah 20 maka artinya adalah oversold. Sedangkan, jika nilainya berada di atas 80 maka artinya adalah overbought.

Demikianlah indikator trading paling akurat yang sering dipakai oleh trader. Tentunya, indikator tersebut memiliki kekurangan dan juga kelebihannya sendiri-sendiri.

Tinggalkan komentar