MediaBantenCyber.co.id (MBC), Opini — Setiap Iduladha, umat Islam kembali menjalani ritual penyembelihan hewan kurban. Sekilas, ritual ini tampak sederhana. Namun dalam tradisi tasawuf, setiap ibadah tidak hanya dipahami dari sisi lahiriah, tetapi juga dari makna batinnya. Karena itu, kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, melainkan juga perjalanan spiritual manusia untuk memahami dirinya sendiri.
Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dapat dibaca sebagai kisah tentang hubungan manusia dengan ego dan rasa kepemilikannya. Di sinilah Iduladha menjadi sangat dekat dengan kehidupan manusia modern yang sering merasa dirinya mampu mengendalikan segala sesuatu.
Hari ini manusia hidup di zaman yang sangat menekankan kemampuan diri. Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan cara berpikir rasional membuat manusia semakin percaya bahwa ia dapat menentukan hidupnya sendiri. Manusia merasa mampu mengatur masa depan, membangun identitasnya, bahkan menentukan makna hidupnya secara mandiri.
Dalam filsafat modern, terutama sejak pemikiran René Descartes dengan ungkapannya “Aku berpikir, maka aku ada”, manusia ditempatkan sebagai pusat kesadaran. Segala sesuatu diukur dari sudut pandang “aku”. Dari sinilah muncul keyakinan bahwa manusia adalah pusat dari realitas.
Namun tasawuf melihat persoalan ini secara berbeda.
Bagi para sufi, masalah terbesar manusia bukan hanya kurangnya pengetahuan, melainkan keterikatan pada ilusi diri. Manusia terlalu sibuk memandang dirinya sebagai sumber kekuatan, padahal ia hanyalah penerima dari sumber yang lebih besar.
Dalam ilmu kalam dikenal konsep sifat ma‘ani, yaitu tujuh sifat kesempurnaan Allah: qudrah (kuasa), iradah (kehendak), ilmu (pengetahuan), hayat (hidup), sama’ (mendengar), basar (melihat), dan kalam (berfirman atau berbicara).
Manusia memang diberi pantulan kecil dari sifat-sifat tersebut. Manusia memiliki kemampuan untuk bertindak, memilih, berpikir, mendengar, melihat, dan berbicara. Semua itu membuat manusia dapat menjalani kehidupannya di dunia.
Namun di sinilah letak persoalannya.
Manusia diberi kemampuan, tetapi bukan berarti ia menjadi pemilik mutlak atas kemampuan itu.
Tasawuf mengingatkan bahwa ego lahir ketika manusia lupa membedakan antara pantulan dan sumber cahaya. Ia mulai merasa bahwa kekuatan berasal sepenuhnya dari dirinya sendiri, pengetahuan berasal dari akalnya semata, dan hidup berada sepenuhnya dalam kendalinya.
Padahal seluruh kemampuan manusia sangat rapuh.
Kekuatan dapat hilang karena usia atau sakit.
Pengetahuan dapat runtuh ketika manusia berhadapan dengan kenyataan yang tak mampu dijelaskan akalnya.
Bahkan hidup dapat berhenti kapan saja tanpa bisa ditahan.
Karena itu, kesadaran spiritual dalam tasawuf dimulai ketika manusia menyadari keterbatasan dirinya. Ia sadar bahwa dirinya bukan pusat dari segala sesuatu, melainkan makhluk yang sepenuhnya bergantung kepada Allah.
Di titik inilah kurban memiliki makna yang lebih dalam.
Nabi Ibrahim bukan hanya diuji untuk menyembelih putranya. Ia diuji untuk melepaskan rasa kepemilikan yang paling dalam di dalam dirinya. Sementara Nabi Ismail melambangkan kepasrahan total kepada kehendak Allah tanpa perlawanan ego.
Maka dalam pandangan tasawuf, kurban bukan terutama tentang darah hewan yang ditumpahkan, melainkan tentang penghancuran ilusi “aku”.
“Aku” yang merasa paling berkuasa.
“Aku” yang merasa paling menentukan.
“Aku” yang merasa pengetahuannya cukup untuk memahami segalanya.
Dalam istilah sufi, proses ini dekat dengan konsep fana, yaitu luluhnya ego di hadapan kesadaran akan kebesaran Allah. Fana bukan berarti manusia hilang secara fisik atau kehilangan identitasnya, tetapi hilangnya kesombongan batin yang merasa dirinya paling utama.
Dengan cara pandang ini, kurban dapat dipahami sebagai simbol pengembalian segala sesuatu kepada sumbernya.
Kekuatan dikembalikan kepada Allah Sang Pemilik qudrah.
Kehendak dikembalikan kepada Allah Sang Pemilik iradah.
Pengetahuan dikembalikan kepada Allah Sang Pemilik ilmu.
Dan kehidupan dikembalikan kepada Allah Sang Pemilik hayat.
Pesan ini terasa sangat penting bagi manusia modern. Hari ini manusia terlalu sibuk membangun citra diri, mengejar pengakuan, memperkuat identitas pribadi, dan memuja pencapaian individual. Akibatnya, manusia sering lupa bahwa dirinya memiliki batas.
Tasawuf tidak mengajak manusia membenci dunia atau meninggalkan kemampuan dirinya. Tasawuf justru mengajarkan keseimbangan: manusia boleh memiliki kemampuan, cita-cita, dan pencapaian, tetapi tidak boleh terjebak dalam kesombongan seolah semua itu berasal sepenuhnya dari dirinya sendiri.
Mungkin karena itu, inti terdalam Iduladha bukan terletak pada apa yang disembelih oleh tangan, melainkan pada apa yang rela dilepaskan oleh hati. Sebab perjalanan spiritual manusia pada akhirnya bukan tentang menjadi pusat dari segala sesuatu, melainkan tentang menyadari bahwa seluruh yang ada pada dirinya berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.
Penulis: Mohamad Romli
Penikmat Teks Filsafat dan Tasawuf. (*)
Informasi Seputar Teknologi dan HP terbaru
Spesifikasi HP Terbaru
hp oppo a54 harga dan spesifikasi
hp samsung a32 harga dan spesifikasi
spesifikasi hp oppo a16
hp samsung a52 harga dan spesifikasi
hp poco m3 harga dan spesifikasi
spesifikasi hp oppo a54
hp samsung a12 harga dan spesifikasi
hp oppo reno 5 harga dan spesifikasi
spesifikasi hp poco m3
hp oppo a16 harga dan spesifikasi
hp samsung a22 harga dan spesifikasi
hp realme c17 harga dan spesifikasi
spesifikasi hp infinix hot 10s
spesifikasi hp oppo a15
spesifikasi hp
spesifikasi hp oppo
hp realme c25 harga dan spesifikasi
hp oppo terbaru 2021 harga dan spesifikasi
hp oppo a74 harga dan spesifikasi
hp oppo a95 harga dan spesifikasi
spesifikasi hp vivo y12
spesifikasi hp nokia edge 2022
spesifikasi hp poco x3 pro
spesifikasi laptop hp
hp samsung a03s harga dan spesifikasi
hp poco x3 pro harga dan spesifikasi
harga hp redmi note 9 spesifikasi
spesifikasi hp samsung
spesifikasi hp vivo y21
hp realme c21y harga dan spesifikasi
hp oppo a15s harga dan spesifikasi
spesifikasi hp vivo y12s
hp realme c15 harga dan spesifikasi
spesifikasi hp infinix hot 10
hp oppo a15 harga dan spesifikasi
spesifikasi hp oppo a95
spesifikasi hp samsung a12
spesifikasi hp vivo
spesifikasi hp oppo a53
spesifikasi hp realme c15
hp realme c11 harga dan spesifikasi
hp infinix hot 11 pro harga dan spesifikasi
hp realme c21 harga dan spesifikasi
hp oppo a55 harga dan spesifikasi
spesifikasi hp redmi note 10
spesifikasi hp samsung a03s
spesifikasi hp vivo y20
spesifikasi hp realme
spesifikasi hp oppo a3s
hp poco x3 pro harga dan spesifikasi 2021