Hack.AC.ID- Kondisi pelajar korban keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur SPPG Panyandaan di Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat berangsur membaik.
Data Dinkes KBB menyebut, total korban keracunan massal mencapai 502 orang dan 452 orang telah dinyatakan sembuh. Sementara itu, 50 orang masih menjalani perawatan.
Para korban keracunan massal ini masih menjalani perawatan yang tersebar di sejumlah faskes rujukan yakni RSUD Lembang, RSJ, Klinik Advent, RS Dustira dan Puskesmas DTP Jayagiri.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail mengatakan, sejak hari pertama peristiwa keracunan massal pada Selasa (14/10/2025) penanganan korban terus dimaksimalkan.
“Angka kesembuhan para siswa menunjukkan perkembangan yang baik. Hingga pagi ini, hanya tersisa 50 siswa yang masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan,” katanya, Kamis (16/10/2025).
Ia menambahkan, pihaknya berupaya maksimal memberikan penanganan medis terbaik agar kondisi kesehatan siswa segera pulih seperti sediakala dan kembali dapat beraktivitas.
“Semoga kondisi mereka terus membaik dan seluruh pasien dapat segera pulih serta kembali ke rumah masing-masing,” katanya.
Masih kata dia, pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di wilayahnya seiring peristiwa keracunan massal yang berulang dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
“Tentunya kami dari pemerintah daerah Kabupaten Bandung Barat akan melakukan evaluasi mengenai MBG ini. Program ini sebenarnya sangat baik, tapi kalau tidak dievaluasi dengan tepat, kejadian seperti ini bisa terulang lagi,” katanya.
Ia menegaskan, Pemkab Bandung Barat berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) akan memperketat sistem pengawasan dan membentuk satuan tugas (satgas) di setiap wilayah.
“BGN sudah menginstruksikan agar dibentuk satgas di setiap Pemda dan Pemkot di seluruh provinsi. Evaluasi harus lebih ketat agar program MBG yang sangat baik ini tidak memberikan efek buruk di lapangan,” tandasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) KBB, Dadang A Sapardan menjelaskan, saat posko darurat di SMPN 1 Cisarua sudah ditutup seiring semakin membaiknya kondisi kesehatan korban.
“Korban yang sebelumnya mendapatkan perawatan di SMPN 1 Cisarua sudah dipindahkan ke Puskesmas Cisarua. Saat ini kondisi korban semakin membaik,” katanya.
Ia menegaskan, untuk kegiatan pembelajaran di SMPN 1 Cisarua kembali berjalan normal bagi siswa yang tidak mengalami keracunan. Bagi siswa yang menjadi korban diperkenankan untuk beristirahat dulu di rumah.
“Besok kembali belajar normal, kan hari tadi posko sudah ditutup. Jadi bagi siswa yang belum sepenuhnya pulih untuk beristirahat dulu di rumah hingga kondisi kesehatan pulih 100 persen,” katanya. (KRO)
Live Update
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan