RADARBANDUNG.ID, LEMBANG-Potensi ancaman bencana alam ada di mana-mana termasuk di Indonesia. Upaya penanggulangan bencana perlu dilakukan demi meminimalisir resiko buruk menimpa warga akibat terjadinya bencana tersebut.
Menyadari hal itu, Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan lembaga terkait dan organisasi masyarakat dalam upaya kesiapsiagaan bencana di sekolah rakyat.
Rakor berlangsung di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Bandung Jalan Panorama 2, Kayuambon, Lembang Kab Bandung Barat.
Kepala BBPPKS Bandung Drs Iyan Kusmadiana MPS Sp mengatakan, rakor yang berlangsung secara daring ini melibatkan sejumlah lembaga seperti Klasnas PP, BNPB, BMKG, MPBI, Poltekesos dan Forum Tagana Jabar.
“Kami selaku pihak BBPPKS menginisiasi rakor awal kesiapsiagaan bencana untuk mendukung pelaksanaan Sekokah Rakyat yang siaga bencana,” ujar Iyan kepada wartawan seusai rakor di BBPPKS Bandung, Jalan Panorama1, Lembang, Selasa (26/9/2025).
Menurut Iyan, hingga saat ini Kemensos sudah menaungi 100 titik sekolah rintisan dan berkembang hingga September ini menjadi 165 SR.
“Dengan adanya ratusan sekolah rintisan itu, selanjutnya perlu dipikirkan langkah-langkah kesiapsiagaan bencana seperti apa yang perlu dilakukan, oleh karena itu kami siapkan itu, tentunya masing-masing sekolah berbeda situasi dan kondisinya,” ungkapnya.
Iyan menerangkan, di BBPPKS yang dipimpinnya sendiri kebetulan ada Sekolah Rakyat. “Kami akan lakukan uji coba bersama teman-teman diawali dengan membuat konsep dan segala sesuatu tahapannya lantas diujicoba di sekokah rakyat di sini hingga menjadi model yang klop untuk diaplikasikan di tempat lain. Apalagi Pak Sekjen Kemensos sudah mengetahui dan siap mendukung penerapannya,” jelas Iyan.
Rakor yang dibuka oleh Sekjen Kemensos Robben Rico itu berlangsung sejak pagi hingga tengah hari. Para peserta rakor saling brainstorming dan menyampaikan gagasan-gagasannya.
“Alhasil, dalam waktu dekat akan ada pembentukan dewan formatur untuk membuat instrumen, pedoman dan skenario untuk melakukan kesiapsiagaan di Sekolah Rakyat Lembang sebagai model yang nantinya akan digetoktularkan ke sekolah-sekolah rakyat lainnya,” terangnya.
Iyan menambahkan, siswa sekolah rakyat di BBPPKS Lembang menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat edukasi soal kesiapsiagaan bencana.
“Pasalnya, banyak orang yang kumpul di gedung ini apalagi di sini ada 100 siswa sekokah rakyat, pasti ada ancaman bencana di sini kan ada Gunung Tangkuban Parahu, Sesar Lembang oleh karenanya. kesiapsiagaan bencana ini menjadi mutlak untuk anak-anak, kalau model ini berhasil maka akan diterapkan ke sekolah rakyat yang lain,” imbuhnya.
Iyan menandaskan, hasil rakor melahirkan
beberapa poin penting antara lain, semua sepakat bahwa sekolah rakyat yang oarding school.perlu diberi peningkatan kesiapsiagaan bencana. Terutama pada sekolah rintisan yang sudah jadi. Masing- masing unsur ikut serta dalam tim memberikan masukan terkait kegiatan kesiapsiagaan bencana serta perlu segera membuat tim formatur dan melaksanakan program yang sudah direncanakan.
Sementara, Ketua Umum MPBI sekaligus Koordinator Shelter Klasnas PP, Dr. Alvianto menyoroti perbedaan mendasar antara sekolah rakyat dengan sekolah reguler. Anak-anak di sekolah rakyat tinggal 24 jam penuh di lingkungan asrama, sehingga tantangan bencana bisa datang kapan saja, bahkan di tengah malam.
Risiko kebakaran, gempa, longsor, atau ancaman lainnya harus diantisipasi dengan panduan teknis yang jelas. Audit risiko bencana pun akan dilakukan secara menyeluruh, meliputi keberadaan titik kumpul, rambu evakuasi, alarm peringatan dini, hingga simulasi evakuasi.
“Dengan daftar ceklis sederhana, pengelola sekolah rakyat bisa menilai kapasitas dan kerentanannya secara mandiri,” tuturnya.
Hal senada disampaikan PIC Kegiatan Pekerja Sosial Ahli Madya Dr Dra Sunarti M.Si..
<Nenurut Sunarti, semua peserta yang hadir, mulai dari BNPB, BMKG, hingga organisasi masyarakat mendukung lahirnya model kesiapsiagaan di sekolah rakyat. Bahkan sudah dibentuk grup komunikasi untuk mempercepat tindak lanjut, termasuk menyusun modul dan acuan yang kelak bisa diterapkan di 164 sekolah rakyat.
“Kami melihat semua komponen berkomitmen, tinggal menyiapkan instrumen supaya dapat segera dijadikan role model,” cetusnya.
Dukungan juga datang dari Kepala BBPPKS Regional 5 Makassar, Ana Puspasari, M.Si. Dia menyebut, pihaknya memiliki 16 sekolah rakyat yang menghadapi ancaman berbeda, mulai dari banjir hingga tanah bergerak. Ia menilai inisiatif dari Lembang sangat relevan untuk direplikasi di daerahnya.
“Kurikulum mitigasi bencana bisa disinergikan dengan kurikulum sekolah rakyat, sehingga kepala sekolah, guru, dan siswa memiliki pemahaman yang sama. Dengan begitu, anak-anak tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga bisa menyebarkan pengetahuan kepada keluarga saat pulang berlibur,” pungkasnya. (nto)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan