RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Upaya melindungi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan di Kota Bandung kini semakin diperluas. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) memastikan layanan perlindungan tidak hanya berjalan di beberapa kecamatan, tetapi mulai tahun 2025 ditargetkan merata di seluruh 26 kecamatan.
Kepala DP3A Kota Bandung, Uum Sumiati menyebutkan perluasan ini dilakukan melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor. Tidak hanya menggandeng sekolah, pihaknya juga bekerja sama dengan posyandu dan PKK.
“Di posyandu akan ada layanan tambahan berupa meja edukasi, salah satunya penyuluhan tentang pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan keluarga,” ujar Uum di Bandung, Selasa (16/9/2025).
Uum mengungkapkan langkah pencegahan sejak dini juga digencarkan di dunia pendidikan. Tahun 2025, edukasi sudah menjangkau 15 SD setelah sebelumnya diterapkan di 30 SMP. Rangkaian kegiatan itu akan ditutup dengan deklarasi Bandung Zero Bullying yang melibatkan 112 SMP, 2 Oktober mendatang, bertepatan dengan Hari Anti Kekerasan.
“Kami ingin sekolah benar-benar siap menjadi lingkungan yang ramah anak. Komitmen itu akan ditegaskan melalui penandatanganan bersama di akhir September,” ucapnya.
Menurutnya, catatan DP3A menunjukkan, sepanjang 2024 ada sekitar 200 kasus kekerasan terhadap anak di Kota Bandung. Dari jumlah itu, hampir 50 persen merupakan kasus kekerasan seksual, sementara sisanya meliputi kekerasan psikis, fisik, penelantaran, hingga eksploitasi sosial. Meski angka laporan cukup tinggi, Uum menegaskan hal itu justru menunjukkan sisi positif.
“Bukan berarti kekerasan meningkat, melainkan korban sudah semakin berani melapor sehingga kasus bisa segera ditangani. Kami tidak ingin masalah ini terus menjadi fenomena gunung es,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan kasus kekerasan paling banyak terjadi di rumah dan fasilitas umum, sementara sekitar 15 persen terjadi di lingkungan pendidikan. Kondisi ini mendorong pentingnya edukasi sejak dini, termasuk di tingkat PAUD. Anak-anak perlu diajarkan mengenal bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain serta membedakan antara sentuhan kasih sayang dan tindakan pelecehan.
“Pendidikan seksualitas dalam arti yang benar harus diperkenalkan sejak usia dini, supaya anak tahu cara melindungi diri,” ucapnya.(dsn)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan