Penjelasan Berbagai Pihak Terkait Kericuhan Usai Unjukrasa di Unisba – Radar Bandung – Hack.AC.ID

unisba-4146836-1961000-png

 

Hack.AC.ID – Aksi unjukrasa sejumlah mahasiswa yang berlangsung pada Senin (1/9) siang di depan Gedung DPRD Jabar berujung dengan bentrokan di lokasi kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas).

Peristiwa itu terjadi pada malam hari setelah massa aksi menuntaskan tuntutan dan kritisi kompetensi kepada pemerintah. Sebelumnya, situasi sempat memanas pada sore hari saat massa aksi mulai ramai dengan hadirnya sejumlah kelompok.

Pukul 18.00 WIB, unjukrasa yang semula kondusif berubah. Sejumlah benda tumpul tampak berterbangan. Polisi yang berjaga membubarkan massa dengan cara menyemprotkan air. Massa aksi pun meninggalkan Jalan Diponegoro hingga Trunojoyo satu jam kemudian.

Menjelang pergantian hari, situasi kembali memanas. Hal tersebut tampak dari unggahan di media sosial mengenai bentrokan yang terjadi di Jalan Tamansari, Jalan Haryanbanga dan Jalan  Ranggagading, yang berdekatan dengan kawasan kampus Unisba dan Unpas.

Dari beberapa rekaman terdengar teriakan, lemparan hingga terlihat api diduga dari bom Molotov. Keterangan unggahan bermacam-macam, mayoritas menuliskan bahwa semua itu terjadi karena pihak kepolisian diduga menyisir dan memasuki kawasan kampus, ada pula yang menuliskan bahwa polisi menembakkan gas air mata.

Rektot Unisba, Harits Numan mengatakan kampusnya berkomitmen memberikan layanan kemanusiaan. Hal itu pula yang mendasari mahasiswa membuka Posko Evakuasi Korban Demo sejak Jumat (29/8) hingga Minggu (31/8) malam, termasuk pada Senin (1/9) malam.

“Siapapun yang menjadi korban, kami berkewajiban membantu. Namun kami tegaskan Unisba menolak segala bentuk anarkisme dan politisasi kampus,” kata Harits dalam konferensi pers di Kampus Taman Sari, Selasa (2/9).

Berkaitan dengan peristiwa pada Senin (1/9) malam, Ia menjelaskan, massa aksi sebenarnya telah bubar pukul 17.00 WIB. Namun, sisa kelompok yang masih bergerombol di sekitar Jalan Trunojoyo, Sulanjana, hingga Taman Sari diduga memicu kericuhan.

Massa kemudian berlarian dan sebagian masuk ke area kampus untuk berlindung dengan cara melompati pagar dan membuka paksa gerbang Unisba. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, tidak ada aparat yang masuk ke area kampus.

Gas air mata yang masuk ke dalam gedung kampus disebutnya merupakan dampak dari pembubaran massa di jalan umum sekitar Taman Sari. “Kampus Unisba tetap aman. Sweeping yang dilakukan aparat hanya membersihkan kerumunan massa di jalan sekitar kampus, bukan di dalam area kami,” jelas dia.

Meski sempat terjadi kepanikan, Harits memastikan kegiatan akademik tidak terganggu karena saat ini hanya tersisa perkuliahan semester antara yang segera berakhir. Aktivitas perkantoran juga tetap berjalan normal.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unisba, Kamal Rahmatullah menjelaskan berdasarkan kesaksian sejumlah mahasiswa, insiden bermula ketika massa aksi yang sebelumnya beristirahat di sekitar kampus Unisba mulai terdesak. Sekitar pukul 17.00 WIB, situasi masih relatif kondusif.

Namun, menjelang tengah malam, aparat kepolisian terlihat bergerak dari arah Dago dan Taman Radio menuju kampus Unisba. “Otomatis massa aksi yang berada di luar berlarian masuk ke dalam kampus,” kata Kamal.

Aparat tidak terlihat masuk ke dalam area kampus. Hanya saja, tembakan gas air mata yang diarahkan ke luar tetap berdampak terhadap orang-orang di dalam area kampus, sehingga beberapa mahasiswa mengalami sesak napas.

Ia menyesalkan adanya gas air mata karena hal itu tidak sesuai dengan undang-undang di mana wilayah kampus semestinya steril dari tindakan represif aparat. Lalu, penutupan jalan di sekitar Unisba maupun Unpas dilakukan lantaran kedua kampus tersebut selama ini dijadikan titik evakuasi dan posko medis bagi para demonstran yang mengalami luka.

“Jalannya memang sengaja dibersihkan dari kendaraan, karena dipakai tim medis untuk menangani korban,” ujarnya.

Meski begitu, ia tak menampik adanya informasi mengenai lemparan bom molotov ke arah aparat kepolisian. Namun, Kamal menegaskan kejadian itu berada di luar area kampus dan belum bisa dipastikan pelakunya. “Sepengetahuan saya memang ada, tapi itu terjadi di luar kampus Unisba,” kata dia.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan membantah tuduhan bahwa aparat menyerang kampus Unisba. Kericuhan itu terjadi saat pihak kepolisian dan TNI menggelar patroli gabungan.

Patroli gabungan dilakukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Bandung, menyusul adanya laporan keresahan dari warga.

“Saat berada di Jalan Tamansari, kami menemukan tumpukan batu, kayu, dan ban yang dibakar di tengah jalan. Kemudian muncul kelompok berpakaian hitam yang diduga anarko. Mereka menutup jalan dan membuat blokade sambil bertindak anarkis,” kata Hendra dalam keterangan resminya.

Ia menuturkan, kelompok tersebut diduga berusaha memancing aparat mundur ke arah kampus Unisba agar muncul kesan bahwa aparat menyerang kampus. Namun, tim gabungan tetap tenang dan tidak terpancing. “Justru mereka melakukan provokasi dari dalam kampus, melempar bom molotov ke arah personel dan kendaraan patroli, termasuk mobil rantis Brimob. Hal itu juga terekam dalam video kami,” ujarnya.

“Itulah yang kemudian dijadikan bahan provokasi untuk membenturkan mahasiswa dengan petugas. Faktanya, tidak ada satu pun aparat masuk ke area kampus, tidak ada yang membawa senjata, dan jarak dengan kampus sekitar 200 meter,” katanya.

Ia juga membantah isu yang menyebut ada tembakan flash bomb ke arah kampus. “Semua tindakan kami terarah ke jalan raya, tempat kelompok berpakaian hitam berkumpul dan melakukan perusakan. Setelah situasi terkendali, mereka melarikan diri dan kami melanjutkan patroli ke titik lain,” tutur Hendra.

Ia menyatakan penjelasan ini merupakan bantarahan menyusul beredarnya informasi di media sosial yang menyebut aparat merangsek dan menembakkan gas air mata ke dalam area kampus. (pra/bbb)

Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup

Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *