RADARBANDUNG.ID, KAB BANDUNG – Para perajin boneka di Kampung Boneka Sayati Hilir, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, terancam bangkrut akibat penurunan daya beli masyarakat dan membanjirnya produk impor asal Cina.
Kerugian ditaksir mencapai 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Salah seorang Perajin boneka R2N Collection Robi Permana (39) mengungkapkan, omset bulanan yang biasanya mencapai puluhan juta rupiah kini hanya tersisa seperempatnya.
“Kami bertahan dengan pesanan kecil dan penjualan daring, tapi kondisinya berat, bayangkan saja saya yang memiliki toko ini sedari tahun 70an kondisinya seperti ini apalagi yang lain,” katanya, Rabu (21/8).
Menurutnya, menurunya omset tersebut dipengaruhi daya beli masyarakat menurun serta dampak terbesar terasa dari persaingan di marketplace daring yang menjual barang barang dari Cina.
“Harga boneka impor bisa jauh lebih murah, sehingga banyak pelanggan beralih ke sana. Padahal secara kualitas kami bisa saingi, namun apa daya jika pasar impor dari Cina di buka besar, UMKM seperti saya tentunya kalah,” katanya, Rabu (21/8).
Ia menyebut dulu mampu mempekerjakan hingga 15 orang, kini hanya tersisa dua pegawai yang bertahan.
“Pendapatan yang biasanya puluhan juta per bulan, sekarang tinggal seperempatnya. Kami bertahan sekadar untuk menutupi ongkos produksi,” ujarnya.
Penurunan permintaan yang signifikan, lanjut dia, menyebabkan banyak pelaku usaha di kampungnya tidak lagi mampu menutup biaya produksi.
Sejumlah rumah produksi yang dulu ramai kini dialihfungsikan menjadi toko galon air, penyewaan alat gym, hingga warung gorengan.
“Bisa dilihat dari gerbang masuk dua tahun terakhir, banyak perajin mulai berguguran, beralih jadi pekerjaan lain. Saya juga akhirnya, harus mencari tambahan ekonomi dengan buka bengkel motor,” ungkap dia.
Data warga menunjukkan jumlah pelaku usaha aktif di Sayati Hilir turun dari sekitar 100 usaha menjadi hanya 60 usaha pada 2023.
Setiap usaha rata-rata mempekerjakan empat hingga 20 orang, sehingga ratusan pekerja terancam kehilangan mata pencaharian.
Para perajin berharap pemerintah meninjau kembali regulasi impor produk boneka dari Cina.
Mereka menilai arus barang yang masuk tanpa batas merugikan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).
“Kami minta ada pembatasan impor atau tarif khusus supaya produk lokal bisa bersaing,” kata dia.
Selain itu, mereka juga berharap adanya dukungan modal, akses peralatan produksi, hingga pendampingan pemasaran agar usaha boneka kembali berkembang.
“Selama ini semua modal berasal dari kantong sendiri, belum pernah ada bantuan signifikan. Meski menghadapi tekanan berat, para perajin bertekad bertahan dengan meningkatkan inovasi produk dan memperluas jaringan reseller. Namun tanpa kebijakan yang melindungi pasar lokal, Kami khawatir jumlah usaha akan terus berkurang,” pungkasnya. (kus)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan