SPMB Gantikan PPDB, Sosialisasikan Sistem Baru Penerimaan Siswa di Bandung – Radar Bandung – Hack.AC.ID

img_20250526_093621-8085558-8435170-jpg

RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung resmi menggulirkan sistem baru dalam proses penerimaan siswa tahun ajaran 2025/2026. Menggantikan istilah lama PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), kini proses seleksi murid dinamai Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB. Tak hanya sebatas pergantian nama, perubahan ini membawa dampak sistemik yang menyentuh fondasi tata kelola pendidikan dasar dan menengah di Kota Kembang.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Kota Bandung wajib berperan aktif menyosialisasikan transformasi sistem ini kepada publik. Penegasan tersebut ia sampaikan dalam Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (26/5/2025) yang diikuti ratusan ASN.

“Ini bukan hanya perubahan nomenklatur. Kita sedang menjalankan mandat besar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sistem baru ini menyentuh cara kerja, bukan sekadar istilah. Maka ASN harus berada di garis depan untuk menjelaskan kepada masyarakat,” ujar Farhan.

Farhan merinci Permendikdasmen No. 3 Tahun 2025 secara resmi mengganti mekanisme zonasi dengan sistem domisili. Ini artinya, acuan utama dalam seleksi penerimaan siswa tidak lagi berbasis wilayah administratif kelurahan atau kecamatan, melainkan jarak nyata antara tempat tinggal siswa dengan sekolah tujuan.

“Bukan lagi soal KTP atau KK. Yang sekarang dihitung adalah seberapa dekat rumah dengan sekolah, meskipun beda wilayah administratif. Bahkan, untuk SMA dan SMK, lintas kabupaten/kota pun diperbolehkan,” jelas Farhan.

Farhan menambahkan perubahan ini merupakan jawaban atas banyaknya keluhan orang tua yang kesulitan mengakses sekolah karena kendala zonasi administratif.

“SPMB hadir untuk menjawab keresahan itu. Tapi ini juga butuh kerja keras kita bersama agar informasi sampai ke semua lapisan masyarakat,” tambahnya.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Dani Nurahman menyampaikan sistem domisili dalam SPMB dirancang dengan pendekatan berbasis data lapangan. Pembagian wilayah domisili ditetapkan berdasarkan tiga variabel kunci, persebaran sekolah, persebaran calon siswa, dan kapasitas daya tampung.

“Hasil kajian kami menunjukkan untuk jenjang SD, Kota Bandung akan dibagi menjadi 8 zona, dari A sampai H. Untuk SMP, kita tetapkan 4 zona utama. Ini bukan asal bagi, tapi berdasarkan pemetaan kebutuhan dan keberadaan sekolah negeri maupun swasta,” jelas Dani saat ditemui di kantornya, Jl. A Yani, Kota Bandung, Senin (26/5/2025).

Dani menjelaskan sistem ini bertujuan untuk menghindari penumpukan siswa di sekolah tertentu, sembari memastikan semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk bersekolah di dekat rumah mereka.

“Kami tak ingin ada sekolah favorit yang penuh, sementara sekolah lain kosong. Ini tentang keadilan distribusi pendidikan,” tegasnya.

Perubahan sistem ini mendapat sambutan positif dari warga. Salah satunya Maya Rachmalia, warga Kecamatan Batununggal, yang sedang bersiap mendaftarkan anaknya ke jenjang SMP. Ia menyebut sistem domisili jauh lebih adil, terutama bagi keluarga yang tinggal di wilayah perbatasan administratif.

“Kalau dulu saya harus pindah KK supaya anak saya masuk ke sekolah tertentu. Sekarang kalau rumah memang dekat sekolah, itu sudah cukup. Ini lebih masuk akal,” ujar Maya.

Namun Maya juga mengingatkan pentingnya penyampaian informasi secara masif, tidak hanya lewat media daring.

“Banyak orang tua yang tidak melek internet. Harus ada brosur, spanduk, dan pengumuman resmi di RW atau sekolah. Jangan sampai ada yang bingung,” tambahnya.

Menjawab tantangan keterbukaan informasi, Dani memastikan Dinas Pendidikan Kota Bandung telah menyiapkan kanal daring khusus yang bisa diakses publik lewat spmb.bandung.go.id. Selain itu, seluruh akun media sosial resmi Disdik juga akan rutin menyampaikan perkembangan sistem ini.

“Kami bahkan membuka posko layanan informasi di sekolah, kecamatan, dan kelurahan. Jadi masyarakat bisa datang langsung jika perlu pendampingan. Proses ini harus berjalan tertib, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Farhan menegaskan kembali keberhasilan sistem SPMB sangat tergantung pada kerja kolektif. Ia meminta semua elemen, dari ASN hingga pengurus wilayah, bahu-membahu memastikan tidak ada satu pun anak Bandung yang kehilangan hak pendidikannya karena kurang informasi.

“Kita sedang membangun budaya baru dalam pendidikan. Jangan sampai ada anak yang tertinggal hanya karena aturan tidak disosialisasikan dengan benar. Mari kita pastikan, setiap anak bisa sekolah dengan tenang, adil, dan dekat dari rumah,” pungkas Farhan.(dsn)

Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup

Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *