Hack.AC.ID – Pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus utama Panitia Khusus (Pansus) 6 DPRD Kota Bandung dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Bandung tahun 2024. Anggota Pansus 6, Andri Rusmana, menilai sistem saat ini belum berjalan efektif karena terkendala struktur kelembagaan dan pola koordinasi yang terlalu birokratis.
Menurut politisi dari Fraksi PKS tersebut, pengelolaan operasional sampah yang mencakup pengumpulan, pengangkutan, hingga pengolahan masih ditangani oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di level eselon IV. Sementara, kewenangan pengambilan keputusan strategis tetap berada di tangan kepala dinas di eselon II.
“Ketika ada masalah di lapangan, UPT tidak bisa langsung menindak. Harus menunggu arahan kepala dinas melalui jalur birokrasi yang panjang. Ini jelas menghambat respons cepat terhadap pelayanan masyarakat,” ujar Andri dalam rapat pembahasan LKPj.
Ia menegaskan, pelayanan publik, khususnya penanganan penumpukan sampah, membutuhkan solusi cepat dan tepat. Oleh karena itu, diperlukan kajian menyeluruh terkait sistem pengelolaan sampah terpadu, termasuk evaluasi struktur organisasi dan tata kelolanya.
Selain aspek kelembagaan, Andri juga menyoroti persoalan rendahnya capaian pendapatan dari retribusi sampah. Menurutnya, hal ini mencerminkan sistem yang belum terstruktur dan tidak sinkron dengan program pengurangan sampah.
“Di satu sisi, kita mendorong pemilahan sampah dari sumbernya. Tapi di sisi lain, target retribusinya tetap tinggi. Ini tidak nyambung. Bahkan, dasar penentuan tarif rumah tangga saat ini mengacu pada tarif dasar listrik, yang kurang relevan,” jelasnya.
Sebagai solusi, Andri mengusulkan agar perhitungan tarif retribusi mempertimbangkan faktor yang lebih rasional, seperti luas bangunan, jumlah penghuni rumah, atau bahkan berdasarkan berat sampah yang dihasilkan.
“Sistem yang ideal itu tarifnya berbasis volume atau berat sampah. Misalnya, sampah ditimbang lalu dikalikan dengan nilai rupiah per kilogram. Ini akan lebih adil dan mendukung program zero waste,” lanjutnya.
Ia juga mendorong pemberian insentif bagi warga yang berhasil mengurangi volume sampah rumah tangga. Menurutnya, tagihan iuran bisa diturunkan sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Hal yang sama seharusnya berlaku untuk sektor komersial seperti hotel. Saat ini tarif retribusi dipukul rata sebesar Rp90 ribu. Padahal, besarnya produksi sampah tiap entitas berbeda-beda. Ini perlu dikaji ulang agar lebih proporsional,” ucapnya. (mur)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan