RADARBANDUNG.ID, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan terjadi hujan deras di sejumlah daerah di Indonesia.

Namun, hujan deras itu dinilai tidak akan mempengaruhi produksi beras nasional, sebab produksi beras dipengaruhi cuaca pada Agustus.
Karena sebelum hujan, musim kemarau cukup ekstrem pada Agustus diprediksi produksi beras tidak sesuai target.
Baca Juga : Pemkot Bandung Kembangkan Wisata Terintegrasi di Bandung Timur, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Berdasarkan halaman BMKG diprediksi sejak Sabtu 7 September 2024 hingga Senin 9 September 2024 akan terjadi hujan deras di sejumlah wilayah. Diantaranya, Jawa, Sumatera bagian Utara, Maluku Utara, dan Papua bagian Utara.
Pembentukan awan hujan meningkat karena fenomena cuaca global dan regional berupa Gelombanv Kelvin serta Rossby Ekuatorial aktif.
Baca Juga : 134 Gempa Bumi Guncang Jawa Barat Sepanjang Agustus 2024, BMKG: Warga Diminta Tetap Tenang
Labilitas atmosfer yang tinggi juga turut memperkuat pembentukan awan hujan di berbagai daerah.
Sehingga, tercipta kondisi yang mendukung terjadinya hujan.
Berbagai daerah tersebut potensial terjadi sedang hingga lebat.
Baca Juga : Pemkab Majalengka Serius Atasi Stunting dan Kemiskinan Ekstrem
Sementara Pengamat Pertanian Sekaligus Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santoso menuturkan bahwa hujan yang terjadi September ini tidak mempengaruhi produksi beras. Karena produksi beras dipengaruhi cuaca sebulan sebelum panen. “Kan panennya September, cuaca Agustus ini yang mempengaruhi,” terangnya.
Sebab, sebulan sebelum panen itu merupakan masa pengisian bulir padi. Saat itu dibutuhkan air yang benar-benar mencukupi. “Masalahnya sesuai laporan jaringan tani, diketahui terdapat kekeringan di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah,” paparnya.
Bahkan, ada kasus di Indramayu dimana persawahan menjadi rel kereta api. Karena itulah Dwi memprediksi bahwa produksi padi akan lebih rendah dari pada perkiraan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencapai 2,87 juta ton. “Saya kira gak akan sampai,” terangnya kepada Jawa Pos kemarin.
Dia menuturkan, dilihat juga tren harga gabah kering dalam beberapa bulan terakhir. Yakni, April Rp, 5.428, Mei naik Rp 6.023, Juni menjadi Rp 6.517, Juli Rp 6.690, Agustus Rp. 6.908. “September ini rata rata Rp 7.200 sekarang,” jelasnya.
Dengan kondisi itu, lanjutnya, diprediksi harga beras akan terus naik sejak September hingga Februari. Sebab, konversi harga gabah ke beras ini biasanya membutuhkan waktu satu bulan. “Ya, naik harga lagi ini,” terangnya.
Lalu bagaimana sebaiknya pemerintah mengatasi kenaikan harga beras? Dia mengatakan bahwa salah satu jalannya menghentikan bantuan sosial (bansos). Sebab, bansos ini mengurangi kemampuan pemerintah dalam hal ini Bulog untuk mengintervensi harga pasar.
“Bansos ini karena memberikan beras membuat stok beras rendah,” paparnya.
Apalagi, bantuan barang itu juga ke pedesaan. Hal itu membuat desa tidak bergerak ekonominya. Beda bila diberikan banyuan langsung tunai, justru bisa menggerakan ekonomi desa. “Kalau beras itu orang desa sudah punya. Yang tidak punya uangnya,” terangnya.
Apalagi, bansos dalam bentuk barang telah diteliti di berbagai negara memang berdampak negatif untuk mengendalikan harga. Tapi, sangat poaitif bila dalam kerangka pemilu. “Jadi bansos ini memang tujuannya bukan untuk mengendalikan harga,” ujarnya. (idr/jawa pos)
Kumpulan Artikel Tips & trik gaya hidup
Tips & trik Lifehack
tips
tips agar cepat hamil
tips diet
tips diet sehat
tips menurunkan berat badan
tips cepat hamil
tips menambah berat badan
tips agar bayi cepat gemuk dalam 1 minggu
tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu
tips menulis kreatif
tips menabung
tips gemukin badan
tips agar melahirkan normal lancar dan tidak sakit
tips mengecilkan perut
tips sukses pubertas
tips diet cepat
tips menurunkan tekanan darah tinggi
poster tips sukses pubertas
tips diet pemula
tips hidup sehat
tips move on
tips agar cepat tidur
tips awet muda
tips menaikkan berat badan
tips belajar efektif
tips and tricks
tips mengatasi badan lemas
tips menabung harian
tips interview kerja
prediksi tips parlay 100 win
tips tinggi
tips tidur cepat
tips agar cepat haid
tips agar cepat kontraksi asli
tips kesehatan
tips menabung 1 juta per bulan
tips menghilangkan jerawat
tips belajar bahasa inggris
tips ibu hamil 9 bulan agar persalinan lancar
tips gamis untuk orang gemuk
tips agar miss v tidak kering saat berhubungan
tips kepala sering pusing
tips gemuk
tips cepat hamil setelah haid selesai
tips kurus
tips untuk memanjakan diri
tips tinggi badan
tunjukkan tips tidur
tips cepat tidur
tips agar tidak mabuk perjalanan