Fenomena Geografi : Mengamati, Sejarah, Contoh, Peristiwa

geografi-8134713-1369237-png

Definisi Geografi

Geografi adalah ilmu yang mempelajari bumi dan kehidupannya. Geografi terbagi menjadi 2, yaitu geografi fisik dan geografi manusia. Geografi fisik berfokus pada geografi sebagai ilmu bumi dan matematika dan fisika untuk memahami pergerakan bumi dan hubungannya dengan tata surya lainnya.

geografi-2926643


Definisi dan ruang lingkup geografi

Geografi berasal dari bahasa Yunani yaitu geo yang berarti bumi dan graphein yang berarti lukisan atau tulisan. Menurut pengertian yang dikemukakan oleh Eratoshenes, berarti menulis tentang bumi (Sumaatmaja, 1988; 31) oleh Supardan dalam bukunya Pengantar Ilmu Sosial (2008; 227). Secara harfiah dapat juga diartikan sebagai ilmu kebumian. Menurut para ahli dalam sebuah website, berikut ini adalah:

  1. Prof. Bintarto : Geografi mempelajari hubungan sebab akibat antara fenomena di muka bumi dan peristiwa yang terjadi secara fisik di muka bumi, serta kaitannya dengan makhluk hidup dan permasalahannya, melalui pendekatan spasial, ekologis, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan.
  2. Claudius Ptolemy: mempelajari hal-hal baik yang disebabkan oleh alam maupun manusia dan mempelajari akibat yang ditimbulkan oleh perbedaan yang terjadi.
  3. Ellsworth Huntington: memandang manusia sebagai sosok yang pasif sehingga kehidupannya dipengaruhi oleh lingkungan alam.
  4. Menurut Erastothenes, geografi berasal dari kata Geographica yang berarti menulis atau menggambarkan bumi.
  5. Menurut Claudius Ptolomaeus, geografi adalah penyajian peta sebagian dan seluruh permukaan bumi.
  6. John Mackinder (1861-1947) seorang ahli geografi mendefinisikan geografi sebagai studi tentang hubungan antara manusia dan lingkungan alamnya.
  7. Ekblaw dan Mulkerne berpendapat bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari bumi dan kehidupannya, yang memengaruhi pandangan hidup kita, makanan yang kita makan, pakaian yang kita pakai, rumah yang kita tinggali, dan tempat rekreasi yang kita nikmati.
  8. Preston E. James berpendapat bahwa geografi berkaitan dengan sistem spasial, yaitu ruang-ruang yang menempati permukaan bumi. Geografi selalu memperhatikan hubungan timbal balik antara manusia dan habitatnya.
  9. Menurut Ullman (1954), Geografi adalah interaksi antar ruang.
  10. Maurice Le Lannou (1959) berpendapat bahwa objek studi geografi adalah kelompok manusia dan organisasinya di bumi.
  11. Paul Claval (1976) berpendapat bahwa geografi selalu berusaha untuk menjelaskan gejala dalam kaitannya dengan hubungan spasial.
  12. Definisi lain adalah hasil semlok (seminar dan lokakarya) di Semarang pada tahun 1988. Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dari sudut pandang wilayah dan lingkungan dalam konteks spasial.
  13. UNESCO (1956) mendefinisikan geografi sebagai: 1. medium sintetik; 2. kajian komunikasi spasial; 3. ilmu dalam penggunaan tanah.
  14. Menurut Richoffen dalam (Suparman 2008; 227, Hartshorne, 19960; 173) Geografi adalah ilmu yang mempelajari permukaan bumi menurut perbedaannya, atau ilmu yang mempelajari berbagai wilayah permukaan bumi…, ditinjau dari sifat-sifat totalnya.

Pengamatan Geografi


  1. Geografi sebagai sintesis

Artinya pembahasan geografi pada hakekatnya dapat menjawab pertanyaan tentang apa, dimana, kapan, mengapa dan bagaimana. Pada hakekatnya proses stadi tersebut merupakan sintesa karena menjadi pokok kajian yang meliputi apa yang akan dipelajari, dimana, mengapa terjadi, kapan terjadi dan bagaimana terjadinya?


  1. Geografi sebagai studi tentang gejala dan tanggapan terhadap kesulitan

Dalam hal ini, geografi berperan sebagai ‘pisau’ untuk menganalisis fenomena, baik alam maupun manusia. Selain itu, geografi tetap berperan sebagai kajian yang mengkaji keterkaitan, interaksi bahkan saling ketergantungan antara satu aspek tertentu dengan aspek lainnya.


  1. Geografi sebagai studi tentang gejala spasial dan hubungan

Di sini penekanannya pada aspek pemanfaatan atau pemanfaatan ruang geografis yang perlu lebih ditingkatkan. Dikarenakan pertumbuhan penduduk yang pesat saat ini, maka diperlukan peningkatan sarana pendukung, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Perluasan fasilitas tersebut, seperti kuburan, jalan, gedung pemasyarakatan, tempat rekreasi, dll, semuanya membutuhkan perencanaan yang lebih cermat dan matang.


Sejarah Geografi

Sebagai landasan sejarah pemikiran geografi, perkembangan sejarah telah berlangsung sejak lama. Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, istilah ini digunakan untuk merujuk pada sejarah eksplorasi dan penemuan, pembuatan peta dunia, dan perubahan batas-batas politik dan administratif. Namun, kelahiran dan perkembangan geografi sejarah modern sebagai studi tentang kondisi geografis masa lalu dapat ditelusuri kembali ke tahun 1920-an dan 1930-an.

kemudian pada tahun 1960-an geografi sudah cukup matang untuk berdiri sendiri sebagai disiplin ilmu, yang tidak hanya membahas rekonstruksi kondisi geografis masa lalu tetapi juga mempelajari perubahan geografis (Barker, 2000: 437. Supardan, 2010: 243). Hal ini sesuai dengan pernyataan Darby dalam bukunya Geografi sejarah (1962) dalam Supardan (2008: 243) yang mencoba menggabungkan pendapat lama dan baru, ia mengklaim bahwa ada empat pendekatan dalam geografi sejarah:

  1. Mengenai keadaan geografi masa lalu
  2. Perubahan lanskap
  3. Masa lalu dijelaskan dari situasi geografis di masa sekarang.
  4. Sejarah geografis

Pendekatan Geografis

Pendekatan geografi dapat diartikan sebagai metode atau cara (analisis) untuk memahami berbagai gejala dan fenomena geosfer, khususnya interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Pendekatan geografis mencirikan studi geografi dan membedakannya dari studi ilmu-ilmu lain. Perkembangan terbaru dalam geografi sejak geografi fisik dan geografi manusia pada 1950-an dan 1960-an berpindah dari sifat deskriptif ke analitis, positivisme berkembang, menekankan pengujian hipotesis untuk merumuskan hukum dan penurunan teori-teori terkemuka.

Pendekatan ini terkait erat dengan kuantifikasi dan kepercayaan pada keteraturan statistik adalah bukti kausalitas empiris, seperti yang tersirat dalam teori. Padahal pendekatan positivis memiliki banyak kelemahan karena tidak mampu mengakomodir kekhususan permainan (Harvey, 1989, dalam Supardan, 2008: ).


Keuntungan Geografi Terapan

Beberapa manfaat geografi dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:
Penggunaan geografi terkait dengan bidang litosfer

  1. Pemanfaatan penggunaan lahan untuk kegiatan pertanian.
  2. Identifikasi atau identifikasi daerah episentrum gempa sehingga dapat mengantisipasi kemungkinan yang mungkin terjadi.
  3. Pemanfaatan sumber daya mineral yang dihasilkan dari suatu daerah.
  4. Pemanfaatan energi panas bumi, yaitu energi panas bumi melalui ledakan rongga-rongga besar di kerak bumi.
    Penggunaan geografi berkaitan dengan bidang atmosfer
  5. Ada prakiraan cuaca yang membantu kegiatan transportasi dan pertanian.
  6. Pemanfaatan kilatan petir untuk menambah sumber energi listrik.
  7. Pemanfaatan angin untuk membantu kegiatan pelayaran.
  8. Penggunaan lapisan udara untuk frekuensi gelombang radio.
  9. Penggunaan angin sebagai sumber energi melalui kincir angin atau perangkat aerodinamis.
  10. Dengan mempelajari konsep iklim, iklim buatan dapat dibuat dengan rumah kaca untuk tanaman.

Konsep geografis

  1. Lokasi merupakan konsep utama yang akan digunakan untuk menentukan fenomena geosfer. Konsep lokasi dibagi menjadi;
  2. Lokasi absolut: lokasi menurut letak lintang dan bujur yang tetap.
  3. Lokasi relatif; lokasi tergantung pada daerah sekitarnya dan perubahan sifatnya.
  4. Jarak, yaitu jarak antara dua tempat, terdiri dari:
  5. Jarak mutlak, yang satuannya diukur dalam kilometer
  6. Jarak relatif, yaitu satuan yang diukur dalam satuan waktu
  7. Keterjangkauan, dalam kaitannya dengan menjangkau suatu tempat, sarana apa yang digunakan, atau alat komunikasi apa yang digunakan, dan sebagainya.
  8. Pola, berupa gambaran atau fenomena geosfer seperti pola aliran sungai, pola pemukiman, lipatan patahan, dan lain-lain.
  9. Morfologi, yaitu menunjukkan bentuk permukaan bumi akibat gaya endogen dan eksogen yang membentuk dataran rendah, dataran tinggi, dan pegunungan.
  10. Aglomerasi, pengelompokan fenomena pada suatu kawasan dengan latar belakang unsur-unsur yang lebih berdampak positif.
  11. Nilai guna, manfaat yang diberikan suatu wilayah di bumi kepada makhluk hidup, tidak akan sama bagi setiap orang.
  12. Interaksi interdependensi, keterkaitan spasial antara satu sama lain, misalnya interaksi antara kota dan kota.
  13. Diferensiasi wilayah, wilayah-wilayah yang ada di bumi berbeda satu sama lain. Hal ini dapat dilihat dari pola yang dimiliki oleh suatu daerah dengan daerah lainnya.
  14. Kopling spasial, hubungan antara sebaran suatu elemen dengan elemen yang secara acak terletak di suatu lokasi.

Prinsip Geografi

Dalam kajian geografi kita mengenal empat prinsip utama, yaitu prinsip distribusi, interelasi, deskripsi dan korologi. Keempat prinsip tersebut menjadi dasar untuk mendeskripsikan, mengkaji dan mempublikasikan gejala, variabel, faktor dan masalah geografis (Nursid Sumaatmadja, 1988: 42).

1. Asas distribusi, artinya distribusi gejala, kejadian dan masalah yang terjadi di permukaan bumi sangat bervariasi. Ada yang merata, mengelompok di wilayah tertentu, atau tidak merata sama sekali. Oleh karena itu, dapat dikenal di lingkungan
dimana letak objek tersebut? Bagaimana pendistribusiannya? Misalnya sebaran daerah rawan longsor di Jawa Barat. Karena tidak semua daerah di Jawa Barat rawan longsor, daerah mana saja yang terdapat daerah longsor? Jawabannya ada di sekitar Zona Pegunungan Selatan Jawa Barat.

2. Asas saling berhubungan artinya antara komponen atau aspek lingkungan geografis selalu ada hubungan timbal balik atau hubungan timbal balik satu sama lain. Prinsip keterkaitan didasarkan pada hubungan antara satu gejala dengan gejala lainnya atau antara satu objek fisik
dengan objek fisik lainnya, objek fisik dengan sosial, atau sosial dengan sosial lainnya. Sebagai contoh, daerah longsor sangat erat hubungannya dengan morfologi daerah tersebut. Karena Zona Selatan Jawa Barat merupakan daerah pegunungan, morfologinya berbukit, sehingga memiliki banyak
gradien yang curam.

3. Prinsip deskripsi adalah cara menyajikan hasil kajian geografi terhadap gejala, fenomena atau masalah yang ada. Penjelasan atau deskripsi hasil penelitian dapat berupa uraian, peta, bagan, tabel, grafik, gambar atau media lainnya. Misalnya melalui kartu bisa
terlihat sebaran daerah rawan longsor di Jawa Barat.

4. Prinsip korologi adalah kombinasi atau gabungan dari ketiga prinsip di atas. Dalam prinsip ini, gejala dan permasalahan geografis dianalisis distribusi, interaksi dan interelasinya dari berbagai aspek yang mempengaruhinya. Sebagai contoh dapat dilihat bahwa tanah longsor sering terjadi di Zona Selatan Jawa Barat karena morfologinya yang berbukit. Selain itu juga dapat dipengaruhi oleh aktivitas manusia yang membuka hutan untuk lahan pertanian atau memotong lereng untuk jalan.


Demikian artikel Duniadik.co.id tentang Fenomena Geografis: Pengamatan, Sejarah, Contoh, Peristiwa, Pengertian, Definisi, Ruang Lingkup, Prinsip, Pendekatan, Konsep, Manfaat, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda semua.

website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap

Materi pelajaran terlengkap

mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa

You May Also Like

About the Author: Hack Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *